Swiss Gelar Voting Upah Minimum 300 Ribu/Jam

RadioLombok — Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi di Swiss, standar hidup masyarakat di negara Eropa itu pun sangat tinggi, bahkan mungkin tertinggi di dunia.

Pada Minggu ini, Pemerintah Swiss akan menggelar pemungutan suara prihal besarnya upah minimum per jam sebesar $24,65 atau setara 300 ribu rupiah dan akan diterapkan secara nasional.

Jika berhasil, maka negara tersebut tercatat memiliki kebijakan sebagai pemberi upah minimum tertinggi di dunia; lebih dari dua kali lipat dari yang diterapkan Jermans sebesar $ 11,64 meskipun memiliki ekonomi terbesar di Uni Eropa, atau $ 10,10 lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Presiden Obama.

Referendum merupakan salah satu cara terakhir yang dilakukan untuk mengakhiri perdebatan nasional yang berkepanjangan. Pemungutan suara kali ini merupakan yang ketiga dilaksanakan di negara Swiss untuk menentukan nilai sebuah pekerjaan.

Swiss menjadi salah satu negara yang paling ramah di Eropa dalam bidang bisnis. Tetapi serangkaian referendum dengan fokus pada isu-isu ekonomi dalam dua tahun terakhir telah membuat pusing sejumlah perusahaan. Nestlé dan Swatch contohnya, mengaku prihatin dengan upah minimum tinggi itu dapat merusak daya saing.

Dua-pertiga dari jumlah pekerja berada di sektor usaha kecil dan menengah. Pemilik hotel, restoran, dan pengecer, terutama di kota-kota dekat perbatasan, merasa takut bahwa usulan tersebut akan memaksa mereka untuk merumahkan sebagian karyawannya yang tidak memenuhi standar. Karena mereka akan diminta untuk membayar gaji karyawan pemula setara dengan resepsionis atau pelayan dengan orang yang berpengalaman selama dua sampai tiga tahun.

Mereka juga berpendapat bahwa upah minimum akan memiliki efek sebaliknya dengan memaksa lebih banyak orang bekerja paruh waktu.

"Inisiatif ini akan menjadi bumerang bagi Swiss," kata Marcel Schweizer, presiden Gewerbeverband Basel-Stadt, sebuah asosiasi perdagangan di Basel mewakili usaha kecil dan menengah.

"Banyak cabang akan dipaksa untuk memangkas pekerja yang dinilai terlalu mahal," imbuhnya seperti dikutip NY Times (16/5/2014).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s