Pemutaran Video Pemantau Posyandu oleh Komunitas Kreatif Malaka

Sebagai bagian  dari program “Pemantauan dan Evaluasi Program PNPM-GSC di Posyandu dengan Menggunakan Video Partisipatif di dusun Pandanan”, Komunitas Kreatif (KK) Malaka didukung oleh Yayasan Kelola, PNPM Support Facility (PSF), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP), dan PNPM Generasi Sehat Cerdas (PNPM-GSC) akan mennggelar pemutaran Video Pemantau Posyandu pada tanggal 13 dan 15 Februari 2014, pukul 07.30-11.00 WITA. Bertempat di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Salak 2 dan Salak 3 di dusun Pandanan, desa Malaka, kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Video Pemantau Posyandu ini dibuat oleh keselompok anak muda kreatif beranggotakan lima orang anak – Sahrun, Sarimah, Rifah, Nanda Yulifitri, dan Lili Kartini – KK Malaka. Mereka merekam kegiatan pelayanan posyandu dusun Pandanan kepada ibu hamil, bayi dan balita dengan menggunakan kamera video. Mereka menyebut kegiatan ini sebagai sebuah riset visual terhadap indikator keberhasilan kegiatan PNPM-GSC di Posyandu. Hasil riset visual yang berupa data video kemudian dipresentasikan atau dipertontonkan kepada warga, khususnya perempuan ataupun ibu-ibu, dengan bantuan pesawat televisi, di beberapa titik lokasi. Presentasi video diselenggakan di tempat terbuka agar menarik perhatian warga.

Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari PNPM-GSC kecamatan Pemenang. Rameli selaku fasilitator kecamatan (Faskec) PNPM-GSC Pemenang mengaku tertarik dengan model pemberdayaan yang dilakukan oleh KK Malaka. Sebab, pengalaman dari riset visual KK Malaka yang sudah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa video tidak saja menjadi bukti konkrit, namun juga berhasil membuat warga terlibat atau berpartipasi. “Hasil monitoring dan evalusi terhadap posyandu dengan menggunakan video partisipatif yang dilakukan oleh KKM, akan kami gunakan sebagai acuan dalam penyusunan program PNPM-GSC tahun 2014”, ujar Rameli.

Manfaat kegiatan KK Malaka juga ditegaskan kembali oleh seorang kader PNPM-GSC di tingkat dusun yang bernama Haerani. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan KKM membantu tugasnya, khususnya dalam menyadarkan warga terhadap pentingnya memeriksakan kesehatan ibu, anak dan balita. “Kami seringkali terpaksa menjemput mereka yang malas datang”, tegas Haerani. Oleh sebab itu Haerani sangat berharap kegiatan KK Malaka terus dilanjutkan.

Program KK sendiri merupakan sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Yayasan Kelola untuk memperkuat proses pemberdayaan masyarakat dalam program PNPM. Seperti diungkapkan oleh Amna S. Kusumo, Direktur Kelola, “Komunitas Kreatif (KK) bertujuan untuk mendorong kelompok masyarakat terpinggirkan untuk menggunakan ekspresi budaya untuk menyuarakan aspirasi mereka, demi meningkatnya proses pemberdayaan masyarakat dalam program PNPM-MP dan PNPM-GSC,”ujar Amna.

Beliau juga menambahkan bahwa dalam prosesnya, KK menggunakan metode teater pemberdayaan dan video partisipatif sebagai media ekspresi masyarakat. Pemutaran video Posyandu ini merupakan realisasi dari rencana tindak lanjut (RTL) yang disusun paska digelarnya program KK. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s