KPID NTB Terima Hibah Alat Monitoring Siaran Radio dan TV

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB mendapat bantuan alat monitoring siaran radio dan televisi lokal dari KPI Pusat. Peralatan tersebut nanti digunakan untuk memantau siaran radio dan TV di wilayah ini.

Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman mengatakan sebenarnya pihaknya telah menunggu lebih dari tiga tahun hibah tersebut. Akhirnya baru sekarang mereka diberikan alat monitoring siaran tersebut.

"KPID NTB adalah salah satu dari 15 KPID di Indonesia yang akan menerima hibah alat pemantauan dari KPI Pusat. Sesuai dengan hasil survei dari KPI Pusat beberapa waktu lalu, kami dinilai layak menerima hibah alat monitoring karena sudah memiliki sekretariat dan sarana pendukung kantor yang memadai," kata Sukri di Mataram, Senin 22 April 2013.

Sukri juga mengatakan adanya kesanggupan pemerintah daerah guna mendukung kesinambungan operasional alat monitoring tersebut .

"Kami sudah laporkan ke Gubernur dan DPRD NTB terkait hal ini dan tidak ada masalah," ungkap Sukri.

Ia mengaku, pihaknya mengalami kendala teknis prihal sarana monitoring. Itu sebabnya selama ini pihaknya belum bisa bekerja maksimal.

Selain itu, mereka pun terkendala soal keterbatasan sumberdaya manusia dengan jangkauan pengawasan yang sangat luas. Tugasnya mengawasi ratusan radio dan belasan TV yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.

"Kami nyaris hanya mengandalkan alat monitoring seadanya dan menerima aduan dari masyarakat dan beberapa relawan pemantau yang rutin melaporkan dugaan pelanggaran isi siaran," katanya.

Adapun pengoperasian alat monitoring tersebut, menurut Sukri, mulai pertengahan atau akhir Mei 2013.

Untuk itu, pihaknya mempersiapkan dengan matang, termasuk akan merekrut sejumlah analis yang penerimaannya akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat luas dalam waktu dekat. Prihal lowongan analis ini sudah dibentuk tim khusus untuk perekrutan.

Sukri juga mengatakan alat monitoring ini memiliki kemampuan merekam secara real time, baik siaran radio maupun TV di NTB khususnya di Kota Mataram.

"Kalau selama ini kami banyak melakukan panggilan untuk meminta arsip siaran, maka nantinya KPID NTB akan mempunyai bank data dan arsip siaran yang lebih lengkap," kata Sukri.

Dengan tersedianya alat monitoring itu, katanya, pihaknya yakin tugas pemantauan siaran lokal akan lebih ketat. Termasuk pula penegakan hukum bagi yang terbukti melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s