Anak Ini Dalam Kritis Karna diperkosa Ramai-ramai

Peristiwa memilukan pemerkosaan mahasiswi India, Nirbhaya menjadi sorotan akhir-akhir ini. Namun, kisah yang sama terjadi pada seorang bocah 11 tahun di Sikar di Rajasthan, yang terpaksa berbaring total dirumah sakit selama bulanan setelah diperkosa ramai-ramai.

Anak ini diculik oleh enam orang lelaki pada 20 Agustus tahun lalu dari sebuah halte bus di kota Sikar. Ia kemudian diperkosa secara brutal berramai-ramai dan dibuang di pinggiran kota.

Akibat dari kejahatan tersebut, dikatakan oleh pimpinan ahli bedah dokter yang menanganinya, dr. LD Agarwal, bagian vital bocah ini terluka parah dan kondisinya kritis. Ia terpaksa dioperasi beberapa kali.

Pimpinan tim dokter tersebut mengatakan, anak ini dibawa ke rumah sakit di Lon JK Jaipur dari Sikar pada 22 Agustus. Mereka sangat terkejut dengan kondisi luka yang ditemukan. Bagian perineumnya sudah tidak utuh lagi, tidak ada bagian tersisa antara otot privat dan lubang duburnya.

Tim ahli bedah rumah sakit menggunakan sebagian dari usus besarnya untuk dijadikan rektum baru serta operasi kolostomi untuk membuat saluran alternatif sebagai alat pembuangan kotoran.

"Dalam kurun waktu empat setengah bulan terakhir, kami mencoba yang terbaik untuk membantunya. Kondisinya sangat menghawatirkan kami semua," kata dr LD Agarwal.

Bocah ini berasal dari Darbhanga di Bihar, dan merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Mereka pindah ke Sikar setelah ayahnya meninggal, seperti ditulis India Times (17/1/2013),

"Pada awalnya, dia takut suntikan tapi sekarang dia tidak bereaksi apa-apa. Kemampuan fisik dan mentalnya memburuk secara bertahap," kata seorang anggota keluarganya.

Meskipun kejadian ini tergolong brutal, beberapa pihak heran melihat sikap apatis polisi. Hingga hari setelah kejadian, anggota keluarga mengaku, polisi menolak menerima laporan kasusnya. Namun setelah ada desakan dari penduduk setempat yang mengadakan aksi protes, barulah kejadian itu ditanggapi.

Meskipun enam orang ditangkap, namun dua diantaranya diberikan jaminan bebas bersyarat, dimana keduanya diduga memiliki keterkaitan erat dengan penguasa.

Masalah perkosaan menjadi berita hangat di India, menyusul tewasnya Nirbhaya (23), mahasiswi kedokteran dalam perawatan di Singapura. Gadis ini diperkosa secara bergiliran dan disiksa oleh sebuah geng terdiri dari enam pria dalam sebuah bus yang sedang berjalan di kota New Delhi. Setelah puas, pelaku kemudian membuangnya di jalan raya.

Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah 13 hari dalam kondisi kritis. Kasus yang terjadi pada 16 Desember ini memicu protes besar-besaran di India. Walau demikian, serentetan kasus pemerkosaan masih juga terjadi di India.

Seorang anak berumur 7 tahun diperkosa di toilet sekolahnya, yang kemudian memicu kemarahan publik. Insiden ini terjadi di kota Vasco da Gama, negara bagian Goa pada Senin (14/1). Aparat kepolisian sedang berusaha menangkap pelaku yang masih buron. Pelaku diduga seorang pria berumur 20-an tahun. Kepala sekolah ditangkap dan dikenakan tuduhan kelalaian, mengingat lokasi toilet itu bersebelahan dengan kantornya, seperti diberitakan oleh AFP, Selasa (15/1).

Sementara pada pekan lalu, kasus serupa menimpa anak perempuan berusia tujuh tahun. Dilansir The United News of India, Sabtu (12/1), bocah itu diculik, diperkosa dan kemudian dibunuh oleh seorang pemuda di desa Harpur pada Kamis (10/1) lalu. Jasadnya ditemukan penuh luka di wilayah Ghaziabad. Pelaku telah ditangkap dan akan dijerat pasal perkosaan dan pembunuhan.

Selain itu, kasus yang sempat diekspos media yang menimpa seorang perempuan usia 29 tahun pada Jumat (11/1). Saat itu, korban menumpang sendirian dalam bus yang menuju ke desanya di negara bagian Punjab, India utara. Saat sampai didesanya, sopir bus menolak berhenti, terus melaju membawa korban ke sebuah lokasi. Di sana, pria itu bersama lima teman mereka memperkosa wanita itu secara bergiliran semalaman. Esoknya, baru korban diantar ke desanya pada Sabtu (12/1). Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (14/1), kepolisian berhasil menciduk enam tersangka dan masih memburu seorang buron lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s