Problematika Televisi Kabel: Illegal Tapi Dibutuhkan

Info UU (scBS) • Hadirnya TV Kabel Lokal alias Pay TV Lokal diberbagai daerah di tanah air,bagaimanapun juga kehadirannya memberi warna lain dalam penyiaran nasional. Kehadirannya memang banyak ditentang sejumlah pihak karena aspek hukumnya masih belum jelas atau illegal.

Namun disegi lainnya, kehadiran TV Kabel lokal sangat membantu penyebaran arus informasi dengan cepat. Terutama pada daerah daerah yang belum sama sekali terjangkau siaran.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Televisi Kabel Indonesia (Aptekindo), Heri Prasetyo menyatakan, kehadiran televisi kabel di daerah-daerah blankspot dinilai sangat membantu penyediaan kebutuhan masyarakat akan informasi dan juga hiburan.

“Kehadiran kita juga bisa membantu program pemerintah dalam menyampaikan semua informasi dari lembaga penyiaran yang jangkauan siaran tidak sampai ke daerah-daerah tersebut. Siaran dari televisi kabel ini merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Heri ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke I Aptekindo di Hotel Orchardz, Jakarta, Rabu (17/2).

Menurut Heri, usaha pertelevisian kabel bisa menjadi salah satu bisnis yang mampu meningkatkan taraf hidup orang banyak. Sampai saat ini, sebanyak kurang lebih 35.000 orang atau sumber daya manusia (SDM) terlibat dalam usaha ini.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja mengungkapkan, kehadiran televisi-televisi kabel illegal akan sulit dibendung. Nyatanya, meskipun mereka dinyatakan illegal, sampai sekarang tetap saja banyak yang bersiaran.

“Diantara para peserta yang sudah memiliki izin penyiaran prinsip siapa saja? Paling baru segelintir saja kan?!” tanya Sasa di depan peserta Munas tersebut.

Menurut Sasa, yang paling diutamakan sekarang ini adalah bagaimana membimbing mereka-mereka ini untuk berubah menjadi legal dan ini bagian dari tanggungjawab KPI dan juga Pemerintah.

“Kita harus memproteksinya, supaya mereka-mereka ini jangan menjadi liar,” tegasnya.

Saat ini, menurut data dari Kominfo, terdapat antara 680 sampai 2000 operator televisi kabel belum memiliki izin penyiaran (illegal dengan total jumlah pelanggan hampir diatas dua juta orang.

Sebagian besar operator televisi kabel itu berada di wilayah Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, dan sebagian Jawa. Jumlah tersebut melebih konsumen atau pelanggan televisi berbayar yang berizin atau legal.

Informasi Terkait:

Iklan

2 Tanggapan

  1. Memang benar sekali peranannya sangat membantu rakyat yang kurang mampu untuk memperoleh informasi. Apalagi mengingat sebagian besar rakyat indonesia masih berada pada tingkat ekonomi menengah kebawah. Dengan hadirnya tv kabel lokal, secara tak langsung mereka pelaku usaha turut andil mencerdaskan kehidupan bangsa.

  2. Saya sangat mendukung siaran TV Kabel, Karena tanpa adanya siaran TV Kabel kita tidak dapat mengetahui semua perkembangan di Negara kita ini ( Indonesia ), terutama bagi orang-orang yang tidak punya duit apa-apa dibanding orang yang mampu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s