Perjanjian Investasi EMAAR Properties Di Lombok Kadaluwarsa

SCBS Lombok: — Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi mengemukakan Perjanjian investasi triliunan rupiah yang direncanakan perusahaan Dubai, Emaar Properties LLC, di Pulau Lombok bagian selatan, Nusa Tenggara Barat, telah kadaluwarsa. Mengingat perjanjian tersebut berkali-kali diperpanjang dari tenggang waktu perjanjian yang berakhir Juni 2009.

"Sejauh ini belum ada pemberitahuan resmi apakah batal atau tidak, tetapi perjanjian investasi Emaar hanya sampai Juni 2009 lalu ditempuh perpanjangan tidak resmi hingga pada akhirnya batal demi hukum," ujarnya di Mataram, Kamis, ketika wartawan mengonfirmasi perkembangan terbaru soal rencana investasi Emaar Properties LLC di Pulau Lombok.

Walaupun demikian, Pemerintah Indonesia masih memberi ruang kepada Emaar Properties LLC untuk berinvestasi asalkan mengikuti rencana yang disusun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Berdasarkan rencana itu BKPM tengah berupaya memperjelas investor yang akan berinvestasi di bidang kepariwisataan di Pulau Lombok bagian selatan.

"Cukup banyak investor yang telah menyatakan minatnya untuk mengembangkan pariwisata terpadu di Pulau Lombok bagian selatan itu," katanya.

Diharapkan dalam bulan ini sudah ada investor yang jelas kemudian penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada bulan Mei dengan investor manapun kemudian Juni sudah ada "ground breaking" (peletakan batu pertama).

"Bisa dengan Emaar, asal bersedia menerima syarat dan ikuti ‘time schedule’ yang disusun BKPM yakni ‘grand breaking’ pada Juni mendatang. Siapa pun investor yang mau ikuti ‘time schedule’ itu, kita dukung," ujar Majdi.

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia yang diwakili PT BTDC dan Pemerintah Dubai yang diwakili Emaar Properties LLC telah menandatangani MoU pengembangan kawasan wisata terpadu di Pulau Lombok pada 19 Maret 2008.

Kedua belah pihak bahkan telah membentuk perusahaan bersama atau "joint venture company (JVC) Emaar Properties LLC dan PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC).

Lahan investasi yang akan dipergunakan Emaar Properties LLC dan PT BTDC itu seluas 1.250 hektare yang terletak di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.

Emaar Properties berencana menginvestasikan Rp21 triliun dalam kurun waktu 15 tahun pada tiga periode, setiap periode lima tahun dengan nilai investasi tujuh triliun rupiah.

Sesuai kesepakatan awal, dalam perusahaan patungan itu Pemerintah Indonesia memiliki 15 persen saham sebagai kompensasi penggunaan lahan seluas 1.250 hektare.

Dari komposisi 15 persen saham itu, Pemda NTB (provinsi dan Kabupaten Lombok Tengah) berhak atas kepemilikan 35 persen, sisanya milik pemerintah pusat.

Namun belakangan ini beredar isu pembatalan rencana investasi triliunan rupiah itu, meski pihak Emaar belum memberi pernyataan resmi soal kelanjutan rencana investasi itu ketika delegasi Indonesia menanyakannya langsung pada pimpinan Emaar di Abu Dhabi, awal Februari lalu.

Delegasi Indonesia yang berangkat ke Dubai, 2-3 Februari lalu itu adalah Kepala BKPM dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah Alwi Shihab.

Sempat merebak kabar Emaar akan membatalkan investasi itu sehubungan dengan gagal bayar atas sebagian obligasi "Dubai World" yang jatuh tempo.

Dubai World" tercatat memiliki kewajiban hingga 59 miliar dolar AS atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai 80 miliar dolar AS.(antaramataram/hana)

==> Visit Lombok 2012: Beautiful unique Lombok island – West Nusa Tenggara (NTB) information center: news, weathers, current events, hotels accommodation list, lombok trecking, lombok travels, lombok sightseeng. Temukan informasi menarik seputaran Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia..

Iklan

Satu Tanggapan

  1. semoga bikin cepat kaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s