Kontroversi Mesin Scanner Telanjang di Bandara

hasil scan telanjang

Foto: Daily Mail
visual pemindai bandara

Los Angeles (scBS) – Penggunaan mesin x-ray scanner telanjang di bandara penerbangan mulai menuai kontroversi. Setidaknya, sejumlah tokoh ulama Amerika baru-baru ini mengeluarkan imbauan bagi wisatawan muslim agar tidak melewati mesin pemindai di bandara. Hal ini dikarnakan melanggar aturan agama Islam karena mesin visual pemindai tersebut mampu menampakkan bentuk tubuh di balik pakaian. Seperti terlihat pada foto diatas, bentuk tubuh terlihat jelas. Larangan itu kini menjadi kontroversi terbaru dalam penggunaan mesin x-ray di bandara Heathrow, Manchester dan sejumlah bandara lainnya di seluruh dunia.

"Ini adalah pelanggaran terhadap ajaran Islam, jelas bahwa laki-laki atau perempuan dilihat telanjang oleh pria dan wanita lain," jelas seorang ulama anggota Dewan Fiqh Amerika Utara. "Qur’an telah memerintahkan orang yang beriman, baik laki-laki dan perempuan, untuk menutupi bagian yang pribadi milik mereka," katanya.

Di Amerika Serikat, sekarang ada 19-40 empat puluh pemindai di bandara dan akan bertambah hingga 450 pada akhir tahun. Pemasangan pemindai itu digalakkan sebagai reaksi atas bobolnya bandara Detroit saat Imar Al Farouk yang merencanakan peledakan sebuah pesawat. Beberapa kelompok Muslim Amerika mendukung fatwa tersebut.

Untungnya di AS, menurut petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), kaum Muslim bebas menetukan pilihan dalam hal pemeriksaan. Namun berbeda dengan situasi di Inggris dimana para wisatawan yang menolak melewati pemindai bisa dilarang memasuki negara tersebut.

"Kami mendukung pernyataan Dewan Fiqh bahwa pemindai itu mengganggu privasi karena menunjukkan ketelanjangan. Kami ingin dihargai tetapi tetap dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan," kata direktur nasional Nihad Awad.

Sementara itu pihak Administrasi Keamanan Trasportasi tetap berkomitmen bahwa mereka tidak akan merekam ketelanjangan masing-masing orang. Pemindai tersebut hanya akan menunjukkan visualisasi garis bukan gambar.

"Misi kami menjaga agar masyarakat bisa bepergian dengan aman. Teknologi pencitraan yang maju merupakan alat penting untuk sistem keamanan guna mendeteksi ancaman yang berkembang seperti alat peledak," kata juru bicara TSA.

"Penggunaan teknologi ini meliputi perlindungan di tempat yang kuat untuk menjaga privasi penumpang. Pemutaran gambar secara otomatis dihapus, dan petugas yang melihat gambar tidak akan pernah melihat penumpang secara langsung."

Berita Terkait:

Iklan

Satu Tanggapan

  1. wow….sebagai muslim serem juga melewati pemindai gituan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s