2010: Sebanyak 2.235 Guru di NTB Disertifikasi

Mataram (scBS) – Sebanyak 2.235 orang guru di Nusa Tengggara Barat (NTB) yang mengajar di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas).akan ditingkatkan kompetensinya melalui program sertifikasi guru pada 2010.

"Jumlah itu merupakan kuota sertifikasi guru untuk NTB yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemdiknas," kata Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Muh. Irfan, di Mataram, Jumat dikutip antaramataram edisi 12/02/2010.

Menurut Irfan, sebanyak 2.235 guru yang akan disertifikasi pada 2010 tersebut berasal dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, dengan rincian Kabupaten Lombok Barat sebanyak 138 orang, Lombok Tengah 321 orang, Lombok Timur 571 orang, Lombok Utara 82 orang, Kabupaten Sumbawa 283 orang, Sumbawa Barat 87 orang, Dompu 123 orang, Bima 337 orang, Kota Bima 123 dan Kota Mataram sebanyak 170 orang.

Lebih lanjut Irfan mengatakan perbedaan jumlah kuota guru yang akan disertifikasi pada setiap kabupaten/kota disesuaikan berdasarkan besaran jumlah guru yang belum tuntas disertifikasi.

Adapun jumlah guru di NTB yang memenuhi persyaratan untuk disertifikasi, tetapi belum masuk kuota mencapai 22.225 orang. Jumlah itu tersebar di sepuluh kabupaten/kota yakni Kabupaten Lombok Barat sebanyak 1.375 orang, Lombok Tengah 3.197 orang, Lombok Timur 5.678 orang, Lombok Utara 811 orang, Kabupaten Sumbawa 2.817 orang, Sumbawa Barat 867 orang, Dompu 1.227 orang, Bima 3.394 orang, Kota Bima 1.212 dan Kota Mataram sebanyak 1.692 orang.

"Data itu merupakan hasil pemetaan berdasarkan pedoman persyaratan sertifikasi guru dan ini merupakan data per Januari 2010. Dari data ini juga terlihat Lombok Timur memiliki persentase kuota yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya," ujarnya.

Irfan menyebutkan, jumlah guru di NTB yang sudah disertifikasi sejak 2006 hingga 2009 sebanyak 8.965 dari sebanyak 33.113 guru yang memenuhi persyaratan untuk disertifikasi.

Sisa dari guru yang belum mendapatkan peningkatan kompetensi itu akan disertifikasi secara bertahap, sehingga pada 2015 diharapkan semua guru yang memenuhi persyaratan sudah memperoleh sertifikasi.

Para guru yang belum disertifikasi itu memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mulai dari tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) hingga strata dua (S2).

"Khusus untuk guru yang memiliki pendidikan SLTA diperbolehkan mengikuti program sertifikasi dengan syarat harus berusia minimal 50 tahun dengan masa kerja minimal 20 tahun," ujarnya.

Berita Terkait:

Iklan

2 Tanggapan

  1. salam kenal nama saya noor
    mungkin anda berkenan bersahabat dengan saya?

  2. Salam perkenalan…. sila lihat saya….

    http://ptmardelmataram.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s