12 Tersangka Kasus Sekotong Intensif di Periksa

Mataram,NTB (scBS) – Kasus perusakan Mapolsek Sekotong dan pembunuhan tersangka perampokan, 28 Januari lalu saat ini tengah di periksa oleh Penyidik Polres Lombok Barat. Penyidikan ini didukung sepenuhnya dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 12 orang tersangka diperiksa intensif.

"Sebanyak 12 orang tersangka tengah diperiksa intensif untuk dua laporan polisi yakni perusakan kantor polisi dan kekerasan massa (pembunuhan tersangka perampokan)," kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Sukarman Husein, di Mataram, Rabu.

Menurut Sukarman, tersangka yang semuanya merupakan warga Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat itu berinisial DT, AL, H, GT, MH, ID, JD, SE, RG, RH, SF dan NS. Sukarman mengatakan, kasus perusakan dan kekerasan massa itu merupakan tindak lanjut dari kasus perampokan yang melibatkan sedikitnya empat orang tersangka yang jadi sasaran amukan warga Kedaro itu. Mereka adalah Kamarudin (45), Sahnun (19) dan Rumli (23) dan seorang lagi yang masih buron.

Salah satu dari empat perampok tersebut dihakimi massa hingga tewas ketika perampokan terjadi, sedangkan tiga lainnya melarikan diri dengan membawa hasil rampokan. Warga tetap mengejar mereka hingga pukul 06.30 Wita dan berhasil menemukan dua orang yang berada di dalam kawasan hutan yang dicurigai sebagai pelaku perampokan. Namun kedua warga itu membatah tudingan pelaku perampokan itu sehingga keduanya diserahkan ke Polsek Sekotong.

Setelah diperiksa intensif oleh aparat kepolisian terungkap kedua orang tersebut merupakan bagian dari pelaku perampokan sehingga warga beringas dan memaksa masuk ke dalam Polsek Sekotong untuk menghakimi pelaku perampokan itu.

Massa yang mencapai ribuan orang itu memaksa masuk kantor Polsek Sekotong hingga tembok pelindung ruang tahanan dijebol dan penghuninya ditikam hingga tewas.

Dua pelaku perampokan masing-masing Kamarudin dan Rumli tewas dibunuh dalam kantor polisi, sementara Sahnun masih bisa diselamatkan dan kini menghuni Bangsal Seruni nomor 202 RSU Provinsi NTB, dengan luka bacok di sekujur tubuhnya.

Menurut Sukarman, penyidik sudah memeriksa 12 orang yang terlibat dalam kasus pengrusakan kantor polisi itu. Sebanyak empat orang diantaranya yakni H, AL, DT dan MH teridentifikasi sebagai pelaku kekerasan massa (pembunuhan terhadap dua tersangka perampokan) di kantor polisi itu.

"Jadi, ada yang diberkaskan karena tindak pidana perusakan kantor polisi dan ada yang diberkaskan dengan tindak pidana berlapis yakni pengrusakan dan kekerasan massa," ujarnya.

Sukarman juga mengatakan bahwa hingga kini belasan tersangka itu belum dikenakan penahanan karena dianggap sangat koperatif selama proses penyidikan.

"Jika dipandang perlu untuk ditahan tentu akan dilakukan penyiik, namun sejauh ini mereka semua sangat koperatif," ujarnya.

Iklan

2 Tanggapan

  1. negara lalai mejaga keamaan masyarakat, saatnya syariat ditegakkan!

  2. mantep nich,pagi bacaan tentang kriminalitas.:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s