Pembobol Nasabah Bank Kuasai 264 Ribu PIN ATM

JAKARTA (scBS): Polisi menemukan sebanyak 264 ribu personal identification number (PIN) nasabah telah dikuasai pembobol anjungan tunai mandiri (ATM). Para pembobol memanfaatkan tehnologi canggih berupa skimmer / alat pemindai data kartu ATM untuk memperoleh PIN rahasia nasabah bank.

"Mereka sangat menguasai komputer dan bisa mengutak-atik data," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Edward Aritonang di Mabes Polri, dikutip Antara, Sabtu (23-1). Dari barang bukti yang disita, Edward mengatakan polisi menemukan 264 ribu data PIN yang direkam pelaku. "Dari barang bukti yang disita, kami menemukan data PIN yang mereka rekam. Jumlahnya 264 ribu PIN," ujar Edward.

Dia menambahkan kepolisian menyita peralatan pengganda atau skimmer, kartu ATM, peralatan untuk menempelkan stiker dan nomor PIN, komputer dan sejumlah uang. "Ada juga rekening yang kami sita dalam jumlah yang tidak wajar," kata Edward.

Tim Khusus Mabes Polri dan beberapa polda telah menangkap 13 orang yang diduga pelaku sindikat pembobolan uang nasabah melalui ATM. Edward mengatakan penangkapan pelaku di wilayah hukum Polda Bali, Kalimantan dan Medan. Menurut Edward, belum ada tersangka yang berkewarganegaraan asing. "Statusnya semua masih tersangka. Dari 13 tersangka, ada yang residivis. Dulunya kasus kartu kredit," kata dia.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku menggunakan empat modus operandi untuk membobol dana nasabah melalui ATM. Pertama, mengakses data kartu ATM melalui skimmer dengan memasang kamera tersembunyi yang merekam aktivitas nasabah ketika bertransaksi, termasuk saat mengetik PIN.

Kedua, pelaku menempelkan nomor telepon layanan bank palsu di dekat mesin ATM. Pelaku mengelabui nasabah yang meminta bantuan dan identitas serta PIN.

Ketiga, pelaku menggunakan penjepit kartu yang dipasang sedemikian rupa, kemudian memberi nomor telepon customer 14000 dan menempatkan operator gadungan. Pelaku mengeluarkan kartu yang terjepit, kemudian meminta identitas dan PIN nasabah.

Modus terakhir, pelaku merekam dan mengintip data nasabah termasuk PIN, lalu menjualnya kepada pembobol ATM seharga Rp1 juta per data dengan menggunakan pesan singkat sistem perbankan.

Edward menyatakan hingga kini polisi mendapat laporan kerugian dari 36 nasabah di Bali, Kalimantan, dan Jakarta. Semuanya nasabah bank nasional, seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, BII, dan BRI. "Bahkan ada nasabahnya orang asing dan kerugian sementara mencapai Rp5 miliar," ujar Edward. [Antara]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s