CPNSD Sikka 2009/2010: Sekretaris BKD Sikka Tersangka

Vinsensius Liwu, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sikka, ditetapkan sebagai tersangka kasus calo CPNSD Sikka. Liwu ditetapkan sebagai tersangka saat diperiksa penyidik Polres Sikka, Aiptu Sipri Raja di ruang Reskrim Mapolres Sikka, Selasa (19/1/2010).

Kepada penyidik, Liwu mengaku telah menerima uang Rp 40 juta dari empat pelamar CPNSD. Empat pelamar (korban percaloan) masih ada hubungan keluarga dan bertetangga dengan tersangka. Mereka memberi tersangka uang karena ingin lulus dalam testing CPNSD di Sikka tahun 2009/2010.

Kapolres Sikka, AKBP Agus Suryatno mengatakan itu melalui Kasat Reskrim, AKP Gultom H Parasian di Mapolres Sikka, Selasa (19/1/2010).

Dia mengatakan, penyidik belum menahan tersangka karena masih ada dua saksi korban yang perlu dimintai keterangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku ada dua orang lagi yang menyerahkan uang kepadanya. Dengan demikian ada empat orang yang telah menyerahkan uang kepada tersangka. Jadi, kata Gultom, tersangka telah menerima uang suap sebanyak Rp 40 juta, dengan perincian masing-masing pelamar Rp 10 juta.

"Ada dua saksi lagi yang harus kami periksa. Ini sesuai pengakuan tersangka. Satu pelamar tidak lulus, yang satunya lulus. Dengan demikian ada empat pelamar yang menyerahkan uang kepada tersangka. Kami masih dalami dan tersangka kami kenakan wajib lapor. Jika ada indikasi yang menguat kami akan tahan tersangka," kata Gultom.

Ditanya tentang keterlibatan pihak lain dalam kasus percaloan itu, Gultom mengatakan tidak ada. "Uang diberikan hanya untuk tersangka untuk membantu para korban lulus PNS di Sikka. Uangnya ke siapa-siapa tersangka tidak berikan penjelasan," kata Gultom.

Ditanya tentang ada proses perdamaian karena korban telah menarik laporan dan membuat pernyataan di BKD Sikka, Gultom menegaskan, akan dipertimbangkan tapi indikasi tindak pidana sudah ada karena uang sudah berpindah tangan dari korban ke tersangka. "Uangnya memang sudah tersangka kembalikan tapi yang jelas kami tetap proses," tegas Gultom.

Penasehat hukum tersangka, Marianus Laka, S.H mengatakan, kliennya telah mengakui perbuatannya dan hanya ingin membantu saja karena para korban adalah tetangga tersangka di Nebe. Salah satu korban, Kosmin Rudianto telah membuat pernyataan menarik kembali laporannya dengan membuat surat pernyataan di BKD Sikka.

"Surat tersebut akan kami lampirkan ke Polres Sikka. Tersangka pasrah dan mengakui perbuatannya dan ia hanya ingin meloloskan keluarganya menjadi PNS di Sikka," kata Laka.

Ditanya apakah tersangka punya hak meluluskan orang menjadi PNS, Laka menegaskan, tidak ada. "Inilah yang menjadi masalah sekarang karena kelulusan bukan ditentukan oleh tersangka tapi ia mau membantu saja keluarganya di Nebe-Talibura," kata Laka.

Mengenai materi pertanyaan dari penyidik, Laka mengaku seputar testing dan kedudukan serta tugas tersangka di BKD. "Ada 41 pertanyaan seputar tugas, kedudukan dan jabatannya di BKD Sikka," ujar Laka.

Laka menambahakan, dirinya bersama dua rekannya, yakni Marianus Moa, S.H dan Falentinus Pogon, S.H yang mendampingi tersangka dalam proses hukum kasus tersebut.

Disaksikan Pos Kupang, tersangka mulai diperiksa sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.20 Wita. Di ruang tunggu terlihat beberapa sanak keluarga menanti tersangka hingga proses pemeriksaan selesai.

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 12 e UU Nomor 31 Tahun 1999, junto UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Korupsi, junto pasal 378 KUHP tentang penipuan. (ris/bb/poskupang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s