Izin Riau Airlines Terancam Regulasi

Izin usaha penerbangan Riau Airlines (RAL) terancam dicabut Departemen Perhubungan. Kebijakan itu dijalankan jika maskapai tersebut tidak bisa memenuhi persyaratan UU Penerbangan seperti tertera dalam Undang-Undang (UU) No.1 Tahun 2009 tentang batas minimum pesawat yang dioperasikan.

"Kami masih kekurangan pesawat untuk memenuhi regulasi," kata Direktur Utama RAL Teguh Tryanto Minggu.

Saat ini , menurut Teguh, Riau Airlines, armada maskapai yang saham mayoritasnya dimiliki Pemprov Riau tersebut baru memiliki tujuh unit pesawat antara lain dua unit Avro RJ-100 dan lima unit Fokker-50.

Berdasarkan UU Penerbangan, pemerintah memberi batas waktu hingga Desember 2010 bagi maskapai untuk memenuhi regulasi tersebut. Seluruh maskapai penerbangan minimal harus memiliki 10 pesawat dan lima diantaranya harus berstatus hak milik untuk dapat terus beroperasi.

Tanpa memenuhi persyaratan itu, maka Departemen Perhubungan akan mencabut SIUP (surat izin usaha penerbangan). Sedangkan, solusi lainnya adalah perusahaan maskapai melakukan merger.

Teguh menjelaskan, RAL akan menambah tiga pesawat pada tahun ini. Penambahan armada tersebut, lanjutnya, tetap mengutamakan jenis pesawat yang sesuai dengan pengembangan bisnis sebagai "feeder airlines" di Pulau Sumatra. Karena itu, belum lama ini RAL juga memutuskan untuk menutup sementara rute Pekanbaru-Jakarta karena dinilai tidak menguntungkan.

Ia menjelaskan, perusahaan kini tengah mengkaji mengenai rencana pembelian pesawat tersebut yang akan dipaparkan ke pemilik saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Untuk kebutuhan pembelian pesawat, tentu kita sesuaikan dengan kebutuhan. Yang pasti untuk rute di Sumatra kita tidak mungkin membeli pesawat besar seperti Boeing," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Emrizal Pakis, mengatakan, tahun ini Pemprov Riau sebagai pemegang saham terbesar RAL telah mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar dari APBD untuk penyertaan modal.

Ia mengakui bahwa dana tersebut mungkin tidak cukup untuk menambah armada baru. Karena itu, Pemprov Riau juga membantu mempromosikan RAL kepada sektor swasta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s