Apakah Anda Setuju “Blog Memang Tren Sesaat?”

Apakah benar memang blog itu tren sesaat? Analisa ini rupanya disetujui oleh penulis di salah satu majalah ekonomi terkenal SWA Online edisi 30 Oktober 2009. Dalam tulisan itu, sang penulis Nukman Luthfie, memberikan alasan dengan memberikan gambaran dan data terutama tentang jumlah para blogger dan pengunjung blog yang makin menurun.

Blog Memang Tren Sesaat

Pesta Blogger 2009 yang dilaksanakan Sabtu, 24 Oktober 2009 sudah berlalu. Seperti dua pesta sebelumnya, pesertanya membludak, seribu blogger lebih datang memenuhi tempat perhelatan di Gedung SMESCO, Jakarta. Meski demikian, jumlah yang banyak itu tak mampu menyembunyikan keresahan sejumlah pihak bahwa blog kini kian kurang populer.

Sebuah Pesta Blogger adalah salah satu dalam cara untuk menunjukkan eksistensi dan kebersamaan. Keikutsertaan sejumlah ribuan blogger bukan berarti menunjukkan representasi keseluruhan blogger yang ada di Indonesia dan juga dunia. Apalagi dengan menyebutkan "sejumlah pihak", yang artinya masih tersisa sebanyak jutaan lagi yang belum diketahui pendapat mereka secara pasti.

Setahun lalu, para blogger masih membantah habis-habisan pernyataan “Blog adalah tren sesaat”. Saya sendiri termasuk yang mendukung “blog bukanlah tren sesaat” mengingat pemain lokal pun serius terjun menyediakan jasa blog, seperti Detik.com yang membangun BlogDetik.com serta pemain baru seperti Dagdigdug.com. Namun, suara bantahan ini semakin lirih akhir-akhir ini. Penyebabnya? Sederhana: para blogger, terutama yang dianggap senior, sibuk ber-twitter-ria dan ber-facebook-ria. Sebagian besar kegiatan social media mereka beralih ke dua social media baru yang sangat menarik itu, terutama Twitter. Pada saat yang sama, mereka mengabaikan blog mereka sendiri dengan semakin jarang menulis posting baru, dan kian malas menjawab respon blog.

Pertumbuhan facebook dan twitter memang sangat pesat. Terbukti dengan jumlah anggota yang makin banyak. Namun fungsi blog pun tidak seluruhnya sebagai sosial media. Seperti yang ditulis oleh komentator bernama Jonru "Saya kira, blog dan social networking adalah dua hal yang berbeda. Saya pernah menulis di Notes Facebook saya, bahwa social networking bisa mengurangi produktivitas menulis, dan ternyata ini benar. Padahal menulis itu sangat penting. Ngeblog juga sangat penting." katanya.

Seorang blogger kawakan sekaligus internet marketer, Joko Susilo mengatakan, "Menurut saya blogging bukan tren sesaat. Ke depan blogging tetap akan menjadi aktivitas utama di internet." Bahkan ia menganggap blog itu sebagai rumah sendiri dengan sosial networking sebagai ruang tamu yang memiliki suasana yang berbeda. "Saya rasa “taste”-nya tetap beda.
Blog itu seperti rumah sendiri. Bukan seperti social network yang lebih semacam ruang pertemuan bagi banyak orang."

Perbedaan itu diperjelas oleh DanielDPK "Bagaimanapun juga sebuah blog memiliki peran berbeda dgn jejaring sosial..kalo jejaring sosial lebih untuk meningkatkan networking atau keadaaan teman-teman kita..namun kalo blog bisa menjadi wadah yang lebih luas untuk individu berekspresi,berwacana,dan berpendapat"

Walau kemudian, ada seorang komentator berusaha memadukan kedua media tersebut agar saling mendukung. Fajar Qimi mengatakan "Saya ada solusi sedikit…status FB-ku kumasukkan ke sidebarnya blog..sehingga bisa saling menunjang."

Tren para blogger senior ini bukan hanya isyarat kian kurang menariknya blog di tengah fenomena Facebook dan Twitter. Data-data yang saya ambil dari GoogleAdPlanner juga menunjukkan bahwa era blog boleh dibilang sudah lewat. Jumlah penggunanya nyaris mentok ke angka itu-itu juga. Sulit dinaikkan lagi. Pada saat yang sama, tingkat kunjungannya merosot drastis dalam setahun terakhir ini.

WordPress.com, dengan jumlah empat jutaan akun asal Indonesia, layanan blog paling populer di Indonesia, pun mulai melorot awal tahun setelah memuncak pada kuartal tiga 2008. Blogger.com, atau Blogspot.com, mengalami nasib yang serupa. Pengguna Indonesianya saat ini sekitar 1,3 juta, trafiknya memuncak pada Juli 2008, namun juga mulai melemah akhir tahun 2008. Bagaimana dengan penyedia jasa blog lokal? Sama saja.

Bagaimana dengan Kompasiana.com, blog buatan kelompok Kompas.com? Sama saja. Blog yang baru saja merayakan ulang tahun pertamanya sempat merosot setelah diluncurkan, meski dua bulan terakhir menunjukkan kenaikan trafik. Kita lihat saja tren beberapa bulan berikutnya, apakah tetap naik atau menurun. Sebagai layanan baru Kompas.com, Kompasiana.com masih menikmati euforia semangat baru. Kita lihat setelah dua tahun.

Lukman Nuftie, telah berhasil menunjukkan data data dan gambaran penurunan jumlah blogger dan pengunjung blog, namun belum menunjukkan statistik para blogger dan pengunjung yang ada diluar negeri. Apakah kecenderungan tersebut sama berlaku dengan para blogger Indonesia?

Khusus untuk bloger Indonesia, salah seorang komentator, deteksid, menyanggah dengan mengatakan. "Data tersebut sebenarnya kurang akurat untuk menggambarkan jumlah blogger di indonesia. why? banyak sekali blogger yang sudah beralih menggunakan domain dan hosting sendiri."

Data-data di atas, apa boleh buat, menunjukkan bahwa secara umum blog memang kian tidak populer. Blog memang tren sesaat. Yang memicu itu adalah lahirnya media komunikasi dan eksistensi diri baru yang lebih menarik buat para blogger, yakni Facebook dan (terutama) Twitter saat ini.

Bila ternyata fenomena "Blog memang tren sesaat" tersebut benar adanya, ternyata hal ini menyenangkan beberapa pihak. Seperti ditulis oleh jokostt "Semoga ini hanya proses seleksi alam aja bahwa akhirnya yang memang serius dan punya passion ngeblog lah yang tetap bertahan. Saya lebih baik jumlah sedikit, mentes dan berkualitas daripada kuantitas banyak tapi blognya asal-asalan."

Taryono putranto mengatakan "Yang tinggal adalah mereka yang mengambil manfaat dari blog, udah memang semestinya begitu, sedang yang lain adalah mereka yang menjadi suporter dan mencari pertunjukan lain yang lebih renyah."

Komentar menarik tentang eksistensi ngeblog memang tidak pernah terlepas dari hasil seleksi alam seperti ditulis Di2 " Dunia penuh warna banyak tempat untuk dipilih dan pada akhirnya hanya yang lulus seleksi alam berhasil tetap hidup dihabitatnya..bravo ngeblog.."

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s