Pelaku Usaha Pertokoan NTB Banyak Tidak Menerapkan UMP

Pada umumnya banyak para pengelola usaha pertokoan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) enggan memberlakukan upah minimum provinsi (UMP) yang berlaku kepada para pekerjanya. Permasalahan tersebut sudah terjadi sejak lama dan sudah pula diketahui Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) NTB dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Provinsi NTB M. Agus Patria, dikutip dari antaramataram edisi 4/1

"Mereka mengemukakan banyak alasan mendasar untuk tidak memberlakukan UMP ketika petugas mempertanyakan hal itu. Dewan Pengupahan NTB juga sudah sering membahas permasalahan tersebut untuk mencari solusinya." kata Patria di Mataram, Senin 4/1.

Dewan Pengupahan NTB itu terdiri atas Kepala Disnakertrans NTB, pengurus DPD K-SPSI NTB, aktivis dari Universitas Mataram (Unram) dan LSM.

"Memang sulit menemukan solusi terbaik dan masalah itu juga terjadi secara nasional, bahkan sejauh ini tidak menjadi persoalan krusial karena pihak pekerja pun dapat menerima keputusan pengelola usaha pertokoan," ujarnya.

Menurut Patria pada akhirnya Dewan Pengupahan NTB berpatokan pada sikap para pekerja di usaha pertokoan, apakah menerima gaji di bawah UMP itu atau akan menuntut sesuai UMP.

Jika upah para pekerja usaha pertokoan harus selalu disesuaikan dengan UMP yang berlaku, maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja karena usaha pertokoan tidak sanggup memberi upah tinggi.

"Ada fakta seperti itu dan solusinya cukup sulit, sehingga pemerintah pun harus mengutamakan asas manfaat, karena percuma menerapkan aturan jika berdampak merugikan pihak pekerja," ujarnya.

Data Disnakertrans Provinsi NTB mencatat jumlah perusahaan skala besar yang terdata beroperasi di wilayah ini hingga akhir Desember 2009 mencapai 68 unit, perusahaan skala menengah 422 unit dan perusahaan skala kecil sebanyak 1.834 unit. Sedangkan menurut kategorinya, usaha pertokoan termasuk usaha kecil karena jumlah tenaga kerjanya berkisar antara 1-25 orang. Untuk perusahaan skala menengah menggunakan tenaga kerja berkisar 26-99 orang, sedangkan perusahaan skala besar memiliki tenaga kerja di atas 100 orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s