Inspektorat dan Komisi I Lakukan Penyelidikan Isu Suap CPNS Kota Parepare

PAREPARE –Dugaan suap dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Parepare berimbas luas. Untuk itu, Walikota Parepare, H Mohammad Zain Katoe, saat konferensi pers di Hotel Kenari Bukti Indah, Kamis 28/12 mengatakan  CPNS lulus yang terbukti melakukan praktik sogok bisa dianulir. Tidak hanya itu, pejabat terlibat pun terancam dikenakan sanksi tegas. Walikota menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan Inspektorat memeriksa pejabat yang terlibat.

"Itu bisa dianulir kalau terbukti. Kita akan mengambil tindakan tegas. Sebab jauh hari pemkot sudah menegaskan tidak ada bayar-bayaran dalam seleksi CPNS," tegas Zain Katoe dikutip dari parepos edisi Jum’at 29/12.

Namun dia sudah meminta sekretaris kota (sekkot) untuk memproses indikasi tersebut. "Apakah benar adanya, karena kasus ini adalah satu hal yang tidak terpuji. Saya dari tahun ke tahun sudah mewanti-wanti tidak ada kelulusan yang dibayar," katanya.

Pastinya kata dia, yang menerima dan memberikan masing-masing ada sanksi. "Demikian juga yang melakukan penyuapan itu otomatis dibatalkan kelulusannya," tambah walikota.

Plt Sekkot Parepare Drs HM Hatta Buroncong MM yang ikut mendampingi walikota menambahkan, pemkot sudah menindaklanjuti dengan membentuk tim beranggotakan Inspektorat.

"Kami sudah panggil yang bersangkutan (pejabat dan diduga pelaku, red). Kami akan mengambil langkah konkret, kalau terbukti akan ada sanksi tegas," kata Hatta yang juga Inspektur Kota ini.

Sementara itu, Komisi I juga ikut mengusut adanya dugaan sogok di Kota Parepare. Sejauh ini, ditemukan bukti-bukti transfer dana yang ditemukan anggota DPRD Parepare Fadly Agus Mante, di salah satu bank swasta cabang Parepare yang berujung pada sebuah nama salah seorang staf BKDD yang diduga penerima dana.

Namun dilain pihak, beberapa pejabat teras BKDD tegas membantah indikasi keterlibatan mereka. Dua pejabat itu adalah Kepala BKDD, Drs H Ramadhan Umasangaji MM dan Kepala Bidang Data HM Anas. Ramadhan mengaku, tidak tahu menahu soal indikasi tersebut. Termasuk soal dugaan adanya bagi-bagi jatah. "Saya tidak tahu itu. Demi Allah dan demi Rasul saya tidak tahu," kata Ramadhan.

Demikian juga selaku kepala BKDD, dia mengaku, tidak pernah menerima laporan adanya pembagian jatah termasuk untuk pejabat. "Makanya saya konsisten tidak ada seperti itu. Proses seleksi berjalan sesuai mekanisme dan tidak ada memang pembicaraan," tegas Ramadan.

Kepala Bidang Data H Anas juga membantah hal itu. "Tidak ada penjatahan, itu hanya isu di belakang. Makanya pak wawali marah kenapa libatkan dia. Kecuali di Jakarta, wartawan, polisi, kejaksaan datang melihat pemeriksaan," tegas H Anas..

Soal pengakuan WP yang menyebut dirinya, H Anas membantah keras dan menyebutnya hanya fitnah. "Tidak seperti itu, WP hanya mengarang dan dia tidak pernah ketemu langsung dengan saya," katanya.

Sama seperti kepala BKDD, Anas juga bertaruh dengan mengangkat sumpah dan siap dikutuk jika melakukan seperti yang dituduhkan. "Saya akan dikutuk Allah, dari dulu saya bersyukur sudah diberikan rezeki Allah dan saya bukan orang serakah," kata Anas.

Dia menilai orang itu sengaja mau menjelek-jelekkan namanya. Sementara dia yang menikmati. "Saya sudah panggil. Saya bilang silakan berbuat, tapi jangan libatkan orang lain. Saya bilang apa pernah berhubungan dengan saya. Banyak yang difitnah oleh dia (WP, red) termasuk kepala BKDD, pak Eko, Anto," beber Anas.

Makanya, Anas dan Ramadan meminta agar WP diproses sesuai aturan berlaku. "WP benar ada atau tidak, baru-baru saja diperiksa Inspektorat. Silakan diproses hukum. Tapi jangan menghalangi proses lanjutan hasil tes CPNS kalau memang ada perbuatan melanggar hukum. Ini tidak ada hubungan dengan proses CPNS," tambah Ramadhan.

Baik Ramadhan maupun H Anas mengklaim proses seleksi bebas KKN dan tidak ada kebocoran soal atau penggantian [sb::parepos.co.id]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s