Polemik Guru Honorer

Inilah polemik nasib guru honorer dikala nuansa penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah sedang ramai di tanah air, mereka pun ikut ikutan sibuk mencari keberadaan nasib mereka apakah akan terangkat menjadi CPNS ataukah tidak. Hampir semua guru honorer daerah di wilayah Indonesia mengalami hal yang mirip dan miris.

Fenomena ini diangkat dari salah satu terbitan artikel berjudul “CPNSD, Nasib Guru Honorer Murni!” yang di tulis oleh H. Bambang Eka Wijaya dan dipublikasikan di lampungpost edisi Selasa, 22/12/2009.

SETIAP ada pengumuman hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNSD), seorang guru honorer murni ikut sibuk membeli koran untuk melihat apakah namanya tercantum! "Mengambil formasi apa?" tanya pemuda peserta testing di dekatnya.

"Formasi apa?" guru honorer itu balik bertanya.

"Dalam tes CPNSD setiap peserta memilih formasi!" jelas pemuda. "Jadi ibu tidak ikut tes?"

"Aku guru honorer!" jawab ibu. "Dalam pidato Presiden SBY pada Hari Guru 2 Desember 2008 yang kutonton di televisi jelas dia katakan, akhir 2009 semua guru bantu dan guru honorer selesai diangkat! Kupikir, di pengumuman penerimaan CPNSD akhir tahun 2009 ini namaku akan muncul! Katanya, mendapat pengangkatan otomatis!"

"Ini hasil tes CPNSD untuk penerimaan umum, jadi khusus buat yang ikut tes! Bukan otomatis!" jelas pemuda. "Lagi pula, guru bantu dan honorer yang dapat pengangkatan otomatis itu khusus yang masuk formasi atau data base Depdiknas 2005! Itu yang dijanjikan presiden selesai diangkat 2009!"

"Formasi lagi!" entak bu guru. "Bagaimana cara masuk formasi itu? Aku sudah mengajar lebih 15 tahun, kenapa tak masuk formasi dan ikut dapat pengangkatan otomatis? Demikian pula banyak guru honorer murni yang bernasib sepertiku!"

"Manalah kutahu!" timpal pemuda. "Memang tak adil, kalau guru yang sama-sama mendidik anak bangsa mengalami diskriminasi, ada yang dapat pengangkatan otomatis, tapi banyak pula yang meski sudah lebih lama mengajar malah tidak masuk formasi! Mungkin perlu heregistrasi, agar semua guru yang punya fungsi dan peran sama bagi bangsa mendapatkan perlakuan dan penghargaan yang adil!"

"Maaf ya, Dik, saya salut pada simpatimu!" tegas guru. "Tapi seberat-berat mata memandang, lebih berat bahu kami yang memikul deritanya! Kau berkali-kali menyebut formasi, selama ini tak ada sosialisasi pada kami guru honorer murni apa itu formasi dan bagaimana cara mengisinya! Ada kecenderungan, kalau ada peluang seperti formasi itu, yang berkuasa menanganinya secara diam-diam, seolah kami tak punya hak untuk itu!"

"Sebaiknya ibu dan kawan-kawan proaktif dalam mencari informasi!" tegas pemuda. "Contohnya di pengumuman hasil tes CPNSD ini, banyak formasi guru yang tak terisi! Padahal, di sisi lain, banyak guru honorer yang tak jelas nasibnya!"

"Bagaimana kami harus proaktif cari informasi, dengan honor yang amat kecil kami harus tugas mengajar di kelas pagi dan kelas sore agar bisa menambah pendapatan!" tegas guru. "Belum lagi, kami guru honorer tempat mengajarnya di pelosok-pelosok jauh, yang ditinggalkan oleh guru PNS untuk berjubel di pinggiran kota atau daerah ramai! Kalau kami proaktif cari informasi, harus meninggalkan murid telantar tak ada yang mengajar! Jadi, hanya sikap adil penguasa yang bisa memperbaiki nasib kami! Sayangnya, sejauh ini hal itu belum terlihat!"

Nah… bagaimanakah dengan nasib Anda sebagai guru honorer? Semoga lebih baik dari fenomena diatas.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kadang honorer terbengkalai, apa dana utk menggaji itu kurang ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s