Ringkasan Berita Gumi Selaparang Minggu ke-III Oktober 2009

SCBS Lombok: — Ringkasan Berita Gumi Selaparang Minggu ke-III Oktober

  1. Hari Pangan NTB, Lotim Kucurkan Dana 50 Juta Rupiah
  2. 747 JCH Lotim Dilepas Bupati Sukiman
  3. Penyu “Raksasa” di Lotim, Terancam Punah
  4. Sebagian Besar KK di Lotim Belum Miliki Kartu Keluarga
  5. Tiga Gabungan Komisi Bahas Enam Raperda Usulan Eksekutif

Hari Pangan NTB 2009, Lotim Kucurkan Dana 50 Juta Rupiah

Sudah pasti, Hari Pangan Sedunia ke-XXIX Tingkat NTB dipusatkan di Kabupaten Lombok Timur pada 24 Oktober 2009. Serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pangan itu, akan meramaikan kota Selong, apalagi seluruh kabupaten / kota turut ambil bagian. Diharapkan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik. Kegiatan dimaksud telah dipublikasi secara luas sejak 13 hingga 31 Oktober 2009.

Beberapa rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan, antara lain, lomba cipta menu, pameran, lomba karya tulis, seminar, penanaman pohon, dialog interaktif yang dilaksanakan pada dua lokasi, yakni di Rupatama Kantor Bupati dan Gedung Olah raga (GOR) Lombok Timur. Dialog interktif telah ditayangkan di TVRI pada 20 Oktober 2009 Pkl. 19.00 Wita dan disiarkan di RRI Mataram pada 17 Oktober Pukul 16.00 Wita. Terkait dengan itu, juga digelar Rakor Tim Penggerak PKK Kabupaten.Kota se-NTB.

Menyongsong kagiatan itu, tak tanggung-tanggung Pemkab Lotim melakukan persiapan. Dalam Rapat persiapan yang dipimpin langsung Bupati H.M. Sukiman Azmy, Sekda Lotim Lalu Nirwan, SH., terungkap totalitas biaya yang dikucurkan dari APBD Lotim mencapai 50 juta rupiah.

Peringatan Hari Pangan sedunia di NTB tahun ini mengambil sub-tema Memantapkan Ketahanan Pangan Melalui Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal Menuju NTB Bersaing. Sedangkan tujuan khususnya, memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional yang tangguh di masa krisis ekonomi dan lingkungan global. Kegiatan juga bertujuan untuk memotivasi dan mengkomunikasikan pemantapan ketahanan pangan Nasional.

Mewujudkan tujuan itu, selain dirayakan secara seremonial pada puncak peringatan pada 24 Oktober mendatang, dilaksanakan pula berbagai kegiatan. Antara lain lomba cipta menu pada 24 Oktober, bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dalam memilih, menentukan, menyusun dan menciptakan menu beragam, bergizi seimbang dan aman sesuai potensi sumberdaya wilayah. Penyelenggara menyiapkan 12 lokal terop, 36 kursi peserta dan 36 meja.

Bersamaan dengan itu, diselenggarakan Pameran dan Bazar dengan tujuan menyebarluaskan informasi pembangunan ketahanan pangan, menumbuhkan apresiasi dan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya ketahanan pangan serta memperluas peluang bisnis bidang pangan. Panitia penyelenggara menyediakan 6 lokal terop dengan kelengkapannya.

Sehari sebelum puncak acara, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui gerakan pemanfaatan pekarangan dengan penanaman pohon Sukun, Durian dan Sawo dengan bibit disediakan Pemprop NTB. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membangun kepedulian bersama segenap pemangku kepentingan terhadap masyarakat yang mengalami kerawanan pangan.

Untuk mendorong kreativitas siswa serta meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat tentang ketahanan pangan, dilaksanakan lomba karya tulis untuk siswa dan kegiatan seminar yang melibatkan unsur Pemerintah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Karena PKK dipandang memiliki fungsi yang integral dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan keluarga, maka digelar Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Propinsi NTB pada 24 Oktober, dengan materi peran PKK dalam menunjang ketahanan pangan keluarga. ( Zaint/Hubkominfo).

747 JCH Lotim Dilepas Bupati Sukiman

Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy, Rabu 20/10, melepas 747 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Lombok Timur di Masjid Agung Al- Mujahidin Selong. Sebanyak 445 JCH diberangkatkan melalui Kloter 40 yang merupakan Kloter utuh, sedangkan 302 lainnya berangkat melalui Kloter 43 yang merupakan Kloter campuran.

Saat melepas JCH Lotim itu, Bupati meminta petugas kesehatan yang mendampingi haji untuk memberikan pelayanan terbaik, karena persoalan kesehatan seringkali menjadi satu kendala selama pelaksanaan ibadah haji.

Selain itu, seluruh Petugas Pendamping JCH diminta untuk bertindak pro-aktif untuk memfasilitasi semua keperluan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. ( Selvi/Hubkominfo)

Penyu “Raksasa” di Lotim, Terancam Punah

Penyu,sejenis binatang amphibi dengan cangkang penutup tubuh memang bukan binatang langka, tetapi hewan dengan ukuran satu kali satu setengah meter dan dengan berat mencapai ratusan kilogram ini bisa ditemukan di Teluk Mengkuru Kawasan tanjung Ringgit Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru.

Tidak banyak orang pernah melihat langsung keunikan binatang yang disebut Penyu Agoh ini, kecuali para pemburunya.

Untuk melihat binatang tersebut harus menunggu musim bertelurnya, sehingga harus menunggu sampai berjam-jam pada tengah malam. Seorang warga Kampung Temeak Dusun Sunut Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru, Amaq Sumiati mengaku sering berburu Penyu Agoh, menuturkan, perburuan Penyu Agoh tak hanya dilakukan masyarakat sekitar, tetapi juga oleh nelayan dari luar Lombok Timur.

Meskipun Pemerintah setempat telah mengeluarkan larangan berburu Penyu Agoh yang merupakan satwa dilindungi, namun perburuan masih saja terjadi. Pengakuan Amaq Sumiati, masyarakat sekitar berburu telur Penyu Agoh hanya untuk dijual dengan harga seribu rupiah per-butir, sementara pemburu dari luar langsung memburu induknya. Kalau dibiarkan tentu akan mempercepat kepunahan Penyu satwa unik Lombok Timur ini. ( Selvi/Hubkominfo)

Sebagian Besar KK di Lotim Belum Miliki Kartu Keluarga

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur, mencatat, sampai dengan Bulan September 2009 penduduk Kabupaten Lotim seluruhnya berjumlah 1.201.525 jiwa. Penduduk Lotim terdiri dari 577.863 laki-laki dan 623 perempuan. Ini artinya, jumlah penduduk perempuan lebih besar disbanding pria.

Diantara penduduk tersebut, baru 1.151.474 jiwa yang sudah memiliki nomor induk kependudukan (NIK), dengan demikian sebanyak 52.988 belum memiliki NIK. Demikian pula diatara penduduk yang ada, 837.980 jiwa diantaranya merupakan wajib KTP namun baru 712.284 jiwa yang telah memiliki KTP. Ini berarti 125.696 jiwa belum memiliki KTP. Selain itu, dari 370.624 kepala keluarga (KK) baru 83.230 KK belum memiliki Kartu Keluarga. Berarti sebagian besar KK atau sebanyak 287.394 keluarga di Lotim belum mengantongi kartu keluarga.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs. Subali mengingatkan pentingnya KTP bagi penduduk, mengharapkan agar penduduk yang belum memiliki KTP segera mengurus KTP. (Zaint/Hubkominfo)

Tiga Gabungan Komisi Bahas Enam Raperda Usulan Eksekutif

Pembahasan enam buah rancangan peraturan Daerah, Raperda yang diajukan eksekutif kepada DPRD Kabpaten Lombok Timur mulai dibahas bersama.

Gabungan komisi satu yang diketuai makmum membahas Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 4 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja perangkat daerah dan Raperda tentang organisasi dan tata kerja lain sebagai perangkat daerah.

Beberapa anggota Dewan masih mempertanyakan efektifitas lembaga yang akan dibentuk seperti Badan Penanggulangan Bencana, Badan Narkotika Daerah serta kantor Sekretariat Korpri.

Sedangkan gabungan komisi II membahas Raperda tentang Perusahaan Daearah Pasar Seleparang dan Raperda tentang pendiran Perusahaan Daerah seleparang transport dan alat berat. Komisi gabungan dua diketuai Daeng Pelori.

Sementara gabungan komisi III yang diketuai H.Ansorullah membahas Raperda tentang Perusahaan Daerah Seleparang Agro dan Raperda Lembaga Penyiaran Publik Seleparang Televisi.

Penetapan enam buah Raperda yang diajukan Eksekutif dikhwatirkan molor tidak waktunya sesuai jadwal karena mepetnya waktu pembahasan dan bakal alotnya pembahasan. Padahal jika semua Raperda ini tuntas dibahas, dan berhasil disahkan oleh Dewan, hal tersebut merupakan catatan prestasi tersendiri bagi Anggota Dewan yang baru dilantik pada Agustus lalu ini.

Terlebih beberapa agenda penting yang mendesak seperti pembahasan KUAS dan PPAS, serta pembahasan RAPBD telah menunggu. Terkait pembahasan enam Raperda ini, Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy juga telah melakukan pertemuan dengan seluruh Anggota Dewan. Bupati menyerahkan pembahasan Raperda tersebut sepenuhnya ke Legislatif sesuai tugas dan fungsinya. [selvi

Sumber: http://www.lomboktimurkab.go.id

Iklan

Satu Tanggapan

  1. mana berita dari Loteng , Lobar ?

    # Untuk sementara belum disusun. Kan Gumi Selaparang khusus Lotim gitu. Trims masukannya eniway

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s