Film berjudul “Perempuan Sasak Terakhir” karya putra daerah Lombok Timur: Sandi Amaq Rinjani, dijadwalkan akan diputar pada pertengahan bulan ini di Lombok Timur. Film ini mengetengahkan tentang potret budaya dan pendidikan masyarakat Sasak.

Perempuan Sasak terakhir, Foto karya: perempuansasakterakhir.com
Dalam usaha memperlancar pertunjukan acara nonton film itu, Pemkab Lotim mengadakan pertemuan khusus guna membahas teknis pelaksanaannya. Menurut Kepala Dinas Hubkominfo Drs. H. Syarif Waliyullah, M.AP mengatakan bahwa film Perempuan Sasak Terakhir diharapkan dapat disaksikan seluruh lapisan masyarakat Lombok Timur. Mengingat sosok dan karakter film ditampilkan adalah identik dengan kehidupan warga setempat.
Pada tahap pertama pemutaran ini akan diadakan selama 6 hari di Gedung Wanita Selong dari tanggal 15 s/d 20 September 2012. Jadwal tayangnya dibagi menjadi empat sesi per hari yakni dari jam 10.00-12.00, 14.00-16.00, 16.00-18.00, dan 20.00-22.00 WITA

Scene adat perkawinan Lombok
foto: perempuansasakterakhir.com
Bagi yang berminat terhadap film ini sekiranya membaca alur cerita di situs resminya perempuansasakterakhir.com. Dan cuplikan singkat berdurasi 1 menit, dapat pula ditonton di salah satu jejaring sosial video milik Google YouTube.
Bio Sutradara:
Film Perempuan Sasak Terakhir di sutradarai oleh Muhammad Nursandi atau Sandi Amaq Rinjani. Ia lahir di Montong Bile, Desa Rensing Sakra Barat – Lotim 29 Juli 1976. Bapak dua anak ini pernah mengecam pendidikan pada Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Film dan TV Jurusan Film.
Selain Perempuan Sasak Terakhir, ia juga dikenal dalam karya film bertitel Harapan yang Terluka (2002), Perisean: Sebuah Ritual Darah (2002), Bumi Tiada Langit (2003), Pada Ujung Langit (2004), Bunga Tergilas Hujan (2006), dan North Lombok a Natural Beauty (2011).
Filed under: Berita Ditandai: | film Lombok, film perempuan, Film sasak, gedung wanita, Pemda Lotim





Appresiate to amaq rinjani…..teruslah berkarya